Makna, Dalil serta Perbedaan Wirid dan Dzikir Selepas Salat
Makna, dalil serta perbedaan wirid dan dzikir selepas salat-Pixabay-
1. Sumber dan Dalil
Perbedaan dzikir dan wirid dari aspek sumber dan dalil yang menjadi dasar hukumnya. Dzikir memiliki dasar dalil yang luas, termasuk perintah umum dalam Al-Quran untuk berdzikir. Sementara wirid, sering kali merujuk pada amalan spesifik yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, seperti termaktub dalam hadits riwayat Bukhari tentang membaca ayat Kursi sebelum tidur.
2. Definisi
Perbedaan dzikir dan wirid yang pertama adalah dari definisi dan cakupannya. Dzikir bersifat umum, mencakup segala kegiatan mengingat Allah, baik secara lisan, hati, maupun perbuatan. Sedangkan wiwid lebih spesifik lantaran bentuk kegiatan yang diulang-ulang secara rutin dengan jumlah dan waktu tertentu.
3. Bentuk dan Fleksibilitas
Dzikir bisa dilakukan kapan saja, tanpa harus terikat jumlah atau waktu. Misalnya, ketika seseorang mengucap "Masya Allah" saat melihat keindahan alam. Sedangkan wirid, memiliki aturan khusus, seperti membaca Surah Al-Waqiah setiap malam atau istighfar 100x setelah Subuh.
4. Tujuan Spiritual
Perbedaan dzikir dan wirid selanjutnya adalah dari aspek tujuan. Dzikir bertujuan untuk selalu mengingat kehadiran Allah dalam setiap aktivitas. Sedangkan wirid, bertujuan untuk membangun kebiasaan ibadah yang konsisten dan mendekatkan diri kepada Allah melalui komitmen harian.
5. Konteks Penggunaan
Dzikir bisa menjadi bagian dari wirid, tetapi wirid belum tentu termasuk dzikir. Misalnya, wirid membaca Al-Quran 1 juz setiap hari termasuk dzikir, sedangkan wirid menghafal hadits tidak dikategorikan sebagai dzikir.
Demikian perbedaan wirid dan dzikir yang perlu kamu ketahui. Semalat mengamalkan!
Temukan konten lifestyle.postingnews.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-