Desa Energi Berdikari Mukti Sari Teguhkan Komitmen Kemandirian Energi di Peringatan Hari Bumi

Desa Energi Berdikari Mukti Sari Teguhkan Komitmen Kemandirian Energi di Peringatan Hari Bumi

--

BACA JUGA:Promo 'Mana Lagi Selain di Mekdi' Balik Lagi! Paket PaNas 2 McDonald's Hanya Rp 20 Ribuan Aja

Tujuan lain adalah pemanfaatan ampas biogas (bio-slurry) sebagai pupuk organik untuk pertanian, sehingga menciptakan ekonomi sirkular di tingkat kelompok masyarakat dan desa.

"Hari Bumi adalah momentum yang tepat untuk meneguhkan komitmen Desa Mukti Sari dalam mewujudkan kemandirian energi," ujar Krisna Wijaya, Project Manager Biogas Rumah (BIRU) Rumah Energi.

Ketua Ternak kelompok Bhina Mukti Sari, Sudarman juga memperkuat bagaimana kontribusi biogas dalam menjaga kebersihan lingkungan, "Kami membuktikan bahwa dengan biogas kami dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Sejak ada biogas, limbah organik bisa termanfaatkan sebagai bahan baku."

Desa Mukti Sari telah bertransformasi menjadi percontohan Desa Energi Berdikari berbasis biogas berkat inisiatif dan partisipasi aktif masyarakat dalam memanfaatkan potensi sumber daya lokal. Masyarakat Mukti Sari memanfaatkan limbah ternak untuk menghasilkan biogas serta mengembangkan rantai nilai ekonomi yang muncul dari usaha pupuk organik oleh kelompok Biotama Agung Lestari.

BACA JUGA:Seruan Hari Bumi untuk Pelestarian: Permata Alam Tersembunyi di Indonesia

Kelompok ini memproduksi pupuk organik berbahan baku ampas biogas yang ramah lingkungan untuk dipasarkan secara masif dan mandiri, sehingga tumbuh ekonomi baru di desa yang dapat meningkatkan pendapatan para penerima manfaat kelompok biogas yang ada.

Transformasi Berbasis Biogas: Kisah Sukses Mukti Sari

Desa Mukti Sari telah membuktikan bahwa energi bersih dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Program DEB berbasis biogas, masyarakat Mukti Sari tidak hanya mendapatkan akses energi yang terjangkau, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan baru dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, berbagai dampak berkelanjutan yang dirasakan melalui program ini melampaui dampak lingkungan dan menjangkau hingga ke dimensi sosial, ekonomi, bahkan kelembagaan masyarakat.

Dampak Lingkungan

Realisasi volume biogas yang dihasikan sampai dengan Maret 2025 dari 20-unit instalasi reaktor biogas yang dibangun adalah 33.850 m3 atau setara dengan energi kalor 197.478 kWh.

BACA JUGA:Elnusa Petrofin Jalin Kemitraan Strategis dengan Dunia Akademik di 3 Kota Besar, Ini Tujuannya

Total potensi limbah organik yang dikelola dalam reaktor biogas dan menghasilkan biogas adalah 651.50 kg per hari atau setara 237,80 ton per tahun.

Bioslurry diaplikasikan oleh 18 orang penerima manfaat biogas di Mukti Sari di lahan demplot pertanian di kebun milik pribadi dengan total luasan sebesar 14,80 hektare. Potensi reduksi emisi dari 20 unit instalasi biogas adalah 50,00 tCO2e per tahun.

Realisasi reduksi emisi dari 20 unit instalasi biogas sampai Maret 2025 sudah 112,08 tCO2e. Potensi reduksi emisi dari aplikasi bioslurry pada 14,80 ha lahan adalah 9,21 tCO2e per tahun.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Rerata penghematan penggunaan tabung gas LPG untuk memasak dalam sebulan per rumah tangga adalah 3 tabung, sehingga potensi penghematan subsidi adalah sekitar Rp 60.000 – Rp 75.000 dalam sebulan.

Temukan konten lifestyle.postingnews.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya