Tanggal ini sesuai dengan kalender Hijriah yang dirilis oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan juga sejalan dengan penetapan Muhammadiyah.
BACA JUGA:Luna Maya Ingin Segera Punya Anak, Maxime Bouttier: 3 atau 5
Perlu dicatat bahwa penetapan tanggal 9 Dzulhijjah dapat berbeda antarnegara karena perbedaan metode rukyah (pengamatan hilal) dan hisab (perhitungan astronomi).
Di Indonesia, penetapan tanggal Hijriah mengikuti hasil sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama.
Keutamaan Puasa Arafah
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Keutamaannya luar biasa, yaitu dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
Sebuah atsar (perkataan sahabat) dari Sayyidina Hasan menceritakan kepada Malik bin Anas Radhiyallahu anhu berkata:
كان يقال في أيام الشعر لكل يوم ألف ويوم عرفة عشرة آلاف يوم يعني في الفضل
"Dikatakan bahwa setiap hari di 10 hari pertama Dzulhijjah bernilai 1.000 hari, sedangkan hari Arafah bernilai 10.000 hari, yakni dalam keutamaannya. (Riwayat dari Al Baihaqi dan Al Ashbahani).
BACA JUGA:Biar Kulit Nggak Keriput, Lakukan 4 Hal Ini saat Cuaca Panas
Imam Al Hakim mengatakan bahwa atsar tersebut dari musnad-musnad yang menyebutkan sanadnya dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.
Adapun penjelasan para ulama terkait dihapuskannya dosa tahun yang akan datang bagi orang yang puasa Arafah:
- Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menjadikan puasa Arafah sebagai pelebur dosa hamba-Nya andai dia bermaksiat di masa mendatang.
- Allah Subhanahu wa Ta'ala memberinya pertolongan untuk menjauhi dosa-dosa dalam tahun yang akan datang. Lalu bila dia terjatuh dalam maksiat, maka Allah Ta'ala akan memberinya petunjuk untuk bertobat dari dosanya atau melakukan perbuatan amal baik yang bisa menghapus dosanya. (Lihat kitab Al Majmu' juz 6 halaman 381)
Menurut Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, Dihapuskannya dosa sepanjang tahun depan bagi orang yang berpuasa Arafah adalah kabar gembira dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bahwa setidaknya orang tersebut akan dipanjangkan umurnya sampai hari Arafah berikutnya. (Kitab i'anatut Thalibin juz 2 halaman 442).